Selain Sarana Berbagi Kebaikan, Ini Manfaat Asuransi Syariah Lainnya

asuransiku.id

Sahabat pasti pernah dengar istilah syariah. Begitu pula dengan istilah asuransi syariah. Salah satu produk keuangan yang semakin berkembang dan tenar seiring meningkatnya permintaan produk halal di masyarakat. Meski begitu, sejarah asuransi syariah di Indonesia sebenarnya sudah cukup lama lho sahabat.

Asuransi syariah dan asuransi konvensional pun tidak hanya berbeda dalam penamaan istilah saja. Jadi, sahabat bisa tenang kalau-kalau masih merasa ragu dengan kehalalan produk proteksi syariah yang sahabat miliki. Karena perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional memang ada dan cukup banyak. Lantas, apa sih sebetulnya manfaat asuransi syariah sehingga belakangan ini semakin masif dibicarakan?

Sebelum mengetahui manfaat asuransi syariah, tentu lebih tepat mengetahui lebih dulu apa itu asuransi syariah. Harapannya, agar tidak ada miskonsepsi yang terjadi dan memberi gambaran dasar mengenai asuransi syariah itu sendiri.

Apa Itu Asuransi Syariah

Asuransi syariah adalah program proteksi baik jiwa ataupun kerugian, yang seluruh kegiatan operasionalnya wajib berdasarkan aturan yang sesuai dengan kaidah agama Islam. Mengapa asuransi bisa diperbolehkan dalam Islam, padahal banyak konsep yang justru bertentangan dengan ajaran Islam dalam asuransi? Tentu saja karena ada perbedaan niat dan akad yang mendasar antara asuransi syariah dan asuransi konvensional. Untuk lebih lengkapnya, sahabat bisa cek di sini ya, supaya artikel kali ini tidak terlalu panjang, hihi.

Manfaat Asuransi Syariah

Setelah mengetahui pengertian asuransi syariah, tentu sahabat sudah juga sudah mengetahui perbedaannya dengan asuransi konvensional. Nah, perbedaan itulah yang membuat ada beberapa manfaat asuransi syariah yang tidak dimiliki oleh produk asuransi konvensional. Apa saja kira-kira manfaat tersebut?

1. Diawasi Dewan Pengawas Syariah

Meski sudah ada istilah syariah, tentu banyak dari sahabat yang masih merasa ragu dengan kehalalan produk. Terlepas dari produk apapun tentunya. Oleh karena itu, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI sebagai lembaga penjamin syariah di Indonesia, hadir di perusahaan atau lembaga keuangan yang menyediakan produk syariah, melalui Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Para anggota DPS dipilih melalui tahapan tertentu dan harus mendapat rekomendasi MUI. Di lembaga-lembaga keuangan yang ditempatkannya, DPS bertugas untuk memantau jalannya operasional perusahaan. DPS juga berperan mendapatkan fatwa dari MUI saat ada produk baru dari bank, perusahaan asuransi atau investasi yang baru dikembangkan.

2. Sarana Bersedakah dan Berbagi Kebaikan  

Ini juga merupakan salah satu keunggulan memiliki polis asuransi syariah. Pasalnya, dengan memiliki asuransi syariah, sahabat sama saja melakukan sedekah dan menyebarkan kebaikan. Mengapa demikian?

Tentu saja hal ini terkait dengan akad atau perjanjian dalam asuransi syariah. Dengan akad tabarru, sadar tak sadar sahabat telah meniatkan uang sahabat yang dibayarkan dalam bentuk premi atau kontribusi tersebut sebagai uang amal. Kepada siapa, tentu kepada peserta asuransi lain yang sedang membutuhkan.

Hanya saja, dengan beramal di asuransi syariah sahabat juga mendapat fitur lebih berupa kepastian dana saat suatu waktu risiko atau musibah tersebut menjumpai sahabat. Mengapa demikian, karena peserta asuransi lain pun sudah siap membantu sahabat dengan meniatkan premi atau kontribusinya untuk peserta asuransi yang sedang membutuhkan. 

3. Tidak Ada Riba

Inilah salah satu tolok ukur yang membedakan produk keuangan syariah dan konvensional, termasuk asuransi di dalamnya. Sehingga asuransi sahabat bisa dikatakan halal. hal ini sesuai dengan prinsip asuransi syariah yang terbebas dari riba, gharar dan maisir.

Mengapa asuransi syariah bebas dari riba? Hal itu bisa terjadi karena akad atau perjanjian yang diterapkan dalam asuransi syariah. Tentu saja, perbedaan mendasar ini akan berpengaruh kepada keseluruhan kegiatan di dalamnya.

4. Menerima Surplus

Manfaat lain yang hanya bisa dimiliki jika mempunyai produk asuransi syariah adalah menerima surplus. Surplus tersebut adalah kelebihan atau sisa dana tabarru tahun berjalan yang masih ada setelah disalurkan kepada yang terkena musibah.

Surplus atau surplus underwriting tersebut akan dibagikan kepada tiga pihak, yakni peserta asuransi, perusahaan asuransi dan rekening dana tabarru itu sendiri. Meski begitu, persentase kepada para peserta asuransi adalah lebih besar dari perusahaan asuransi.

Sebagai gambaran, 60% ditahan menjadi saldo tabaru, 30% dibagikan kepada para peserta asuransi, 10% untuk perusahaan asuransi. Pencairan surplus ini bisa langsung masuk ke rekening pribadi para peserta asuransi.

Tentu saja, selain tidak melakukan klaim di tahun berjalan, ada beberapa ketentuan lain seperti polis tetap aktif dan lainnya untuk mendapatkan surplus underwriting ini. Peserta asuransi dengan premi atau kontribusi yang lebih besar, juga akan menerima jumlah surplus yang lebih besar.

5. Transparansi Pengelolaan Dana  

Sebetulnya, kegiatan transparansi ini juga aspek yang diawasi oleh DPS. Tentu karena transparansi menjadi hak bagi peserta asuransi syariah untuk mengetahui bagaimana uang milik mereka dikelola.

Perusahaan asuransi yang bertindak sebagai pengelola uang sosial milik peserta asuransi syariah, sudah sepatutnya melakukan transparansi dan menyediakan kemudahan bagi peserta untuk mengakses file tersebut.

Semoga informasinya bermanfaat ya. Untuk kemudahan mendapatkan produk proteksi syariah terbaik, PRU Syariah adalah jawabannya, sebagai produk asuransi terbaik yang telah berizin dan terdaftar di OJK serta DPS hadir menawarkan berbagai pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan sahabat.


Manfaat Asuransi PRU Syariah

1. Manfaat polis sangat lengkap

Keuntungan membeli produk Asuransi Prudential Syariah adalah manfaat polis lengkap. Anda tidak hanya bisa mendapatkan uang santunan ketika meninggal dunia namun juga bisa memilih plan untuk biaya pendidikan anak.

2. Uang Pertanggungan tinggi

Manfaat Asuransi Prudential Syariah dan keuntungan lainnya nasabah bisa mendapatkan 400% uang pertanggungan (UP) jika nasabah meninggal sebelum usia 70 tahun. Tentunya santunan asuransi ini akan membantu keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan hidup. Terlebih ketika Anda adalah tulang punggung keluarga. Polis asuransi yang menawarkan manfaat ini adalah PRUCinta.

3. Bebas melakukan penarikan nilai tunai/investasi sebagian

Review Asuransi Prudential Syariah lainnya adalah nasabah bebas melakukan penarikan nilai tunai atau investasi. Jadi, bagi nasabah Asuransi Prudential yang memiliki produk dengan manfaat investasi bisa melakukan penarikan sesuai kebutuhan. Baik itu sebagian atau sepenuhnya, namun hal ini kembali pada ketentuan periode polis yang Anda miliki.

Itu dia artikel tentang manfaat asuransi syariah. Semoga produk proteksi syariah ini bisa menjadi jawaban bagi sahabat yang ingin tetap cuan dari asuransi yang dimiliki ya sahabat. Dan tentunya, menambah keyakinan sahabat bahwa asuransi syariah dan konvensional memang berbeda, bukan sekedar beda istilahnya saja.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama