Ketahui Plogging, Trend Olahraga Swedia Untuk Selamatkan Bumi

Ketahui Plogging, Trend Olahraga Swedia Untuk Selamatkan Bumi

Tren olahraga terbaru dari Swedia mungkin mampu membuat kita tetap bugar sekaligus membantu menyelamatkan planet ini.

Dilansir dari laman The Independent, tren olahraga ini bernama plogging, kombinasi dari jogging dan istilah Swedia "plocka upp" yang berarti mengambil, menyapu dunia dan jalanan sampai bersih dari sampah.

Konsep olahraga ini sangat sederhana. Alih-alih menambah sampah saat melakukan joging. Mereka yang melakukan olahraga ini justru memunguti dan membuang sampah di tempatnya sebagai gantinya.

Agar lebih efektif, mereka yang melakukan olahraga ini bisa menambahkan latihan tambahan seperti melakukan gerakan membungkuk untuk mengambil sampah. Gerakan tersebut ternyata mampu menjaga denyut dan kinerja jantung.

Dan ternyata, jenis olahraga ini benar-benar mampu menjaga kebugaran tubuh dan lingkungan kita agar tetap bersih.

Berdasarkan aplikasi kebugaran Lifesum, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan dan melacak kalori yang dibakar saat melakukan olahraga, aktivitas ramah lingkungan ini secara signifikan lebih efektif daripada hanya melakukan joging.

Saat melakukan olahraga ini, kita membutuhkan melatih kelenturan dan kekuatan lengan untuk menampung semua sampah. Hanya setengah jam melakukan olahraga ini, mampu membakar rata-rata 288 kalori. Nah, sementara joging biasa hanya mampu membakar 235 kalori dengan waktu yang sama.

Banyak yang menyukai tren olahraga terbaru ini. Buktinya, di sosial media banyak orang yang memposting foto sampah yang mereka kumpulkan saat berolahraga.

Di instagram, telah ada 3.000 prostingan tentang olahraga ini. Sementara di facebook, ada berbagai grup yang didedikasikan untuk latihan ini.

Jadi pada saat kalian pergi berolahraga, cobalah untuk melakukan joging sembari mengumpulkan sampah yang berserekan di sekitar kalian. Selain kebugaran tubuh terjaga, lingkunganmu akan bebas dari sampah.

Pahami Orthosomnia Nama Gangguan Tidur Terbaru

Pahami Orthosomnia Nama Gangguan Tidur Terbaru

Selain insomnia, kini ada gangguan tidur lagi yang tergolong baru.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Sleep Medicine menyebut, gangguan tidur baru tersebut benama orthosomnia.

Gangguan tidur ini terjadi pada orang-orang yang terlalu terbobsesi dengan hasil pelacak tidur dan kebugaran.

Mereka terlalu terobsesi mendapatkan tidur sempurna, sehingga berdampak buruk pada diri mereka sendiri.

“Penggunaan alat pelacak tidur meningkat dengan cepat dan mendorong orang memiliki kesempatan melacak pola tidur mereka,” ungkap salah satu peneliti yang dikutip oleh The Independent.

Peningkatan ini terjadi karena orang-orang yang mengalami insmonia mencari cara untuk pengobatan.

Mereka mengandalkan data dari pelacak tidur dan mengejar "hasil positif".

Sayangnya, keberadaan alat pelacak tersebut justru berdampak sebaliknya untuk orang-orang yang tidak memiliki gangguan tidur.

Mereka meyakinkan diri sendiri, bahwa mereka menderita gangguan tidur, padahal tidak. Akibatnya, mereka "hanya" menjadi terobsesi untuk mendapatkan tidur yang "sempurna".

Untuk mempelajari efek dari pelacak tidur para peneliti melihat pada kasus di mana orang dewasa mencari pengobatan, karena masalah tidur yang didiagnosa sendiri.

Hingga kini di Amerika Serikat diperkirakan kasus ini terjadi pada10 persen orang dewasa.

Dalam kasus pertama, laki-laki dewasa mencari bantuan medis untuk pengobatan karena merasa gusar, dan mengalami kesulitan kognitif.

Mereka juga mengalami kelelahan jika tidak mendapatkan tidur delapan jam, berdasarkan pantauan dari alat pelacak tidurnya.

Dan, dalam semua kasus, banyak yang melacak pola tidur mereka sendiri setiap malam, untuk kemudian merasa khawatir sepanjang hari.

Kendati demikian, belum ditemukan bukti konkret apakah orang yang mengalami gangguan tidur sebelum kasus orthosomnia juga mendiagnosa diri sendiri.

Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa biasanya membutuhkan 7-9 jam tidur per malam, tergantung pada berbagai faktor dan bervariasi untuk setiap orang.

Tetapi, jika bangun dengan perasaan segar dan baik, kita  biasanya memiliki tidur malam yang nyenyak —tak peduli apa yang 'dikatakan' alat pelacak tidur.

Dengan temuan ini, rasanya kita perlu secara bijak dan hati-hati menggunakan alat pelacak tidur, agar terhidar dari risiko mengalami kecemasan, atau terobsesi "berlebih" mendapat tidur nyenyak.