Rabu, 04 April 2018

Bukti Singa Raksasa Nyata Dengan Temuan Fosil Ini

Bukti Singa Raksasa Nyata Dengan Temuan Fosil Ini

Para arkeolog telah menemukan fosil singa berusia 200.000 tahun di situs Natodomeri, barat laut Kenya.

Temuan ini disebut-sebut sebagai fosil singa raksasa, karena ukurannya jauh lebih besar dari singa yang hidup di Afrika.

Ilmuwan menduga, singa ini hidup selama periode Pleistocene Tengah sampai Pleistocene Akhir, atau pada zaman es.

Dalam laporan yang diterbitkan di Journal of Paleontology, peneliti membandingkan panjang fosil tengkorak parsial dengan singa modern dari afrika. Hasilnya menunjukkan fosil tengkorak singa lebih panjang 20 persen.

"Tengkorak singa modern rata-rata 10,5 inci (26,67 sentimeter) sampai 12 inci (30,48 sentimeter). Sedangkan panjang tengkorak fosil singa ini hampir mencapai 15 inci (38,1 sentimeter). Tengkorak fosil ini jauh lebih panjang dari singa terbesar yang pernah saya ukur," kata Lars Werdelin, profesor paleobiologi dari Museum Sejarah Alam Swedia di Stockholm, kapada Newsweek.

Tengkorak singa parsial diberi label dengan garis berukuran 100mm (4 inci). Tengkorak ini panjangnya sekitar 15 inci. Tengkorak singa parsial diberi label dengan garis berukuran 100mm (4 inci). Tengkorak ini panjangnya sekitar 15 inci.

Diwartakan Newsweek, Senin (26/3/2018), Werdelin berpikir fosil tersebut tidak termasuk bagian populasi singa yang dikenal di Afrika.

"Ukurannya sangat luar biasa. Tengkoraknya jauh lebih besar dari singa Afrika yang hidup atau dibanding fosil dari populasi singa Afrika," imbuhnya.

Hingga saat ini Werdelin masih melakukan pengukuran tengkorak. Ia belum dapat memastikan berapa tinggi singa purba ini.

Peneliti menduga, singa purba dapat berukuran besar karena pola makannya.

Megafauna, hewan besar dengan berat mencapai 100 pound atau lebih, hidup jauh di era Pleistocene.

Di masa itu, banyak sekali hewan yang juga berukuran raksasa. Salah satunya kerbau raksasa, yang disebut Syncerus antiquus. "Mungkin hal yang sama juga terjadi pada singa raksasa ini," tulis para penulis dalam laporannya.

0 komentar:

Posting Komentar